Sejarah anting-anting

 

Anting-anting merupakan aksesoris kecantikan bagi perempuan dan menjadi indentitas pada bayi perempuan. Penggunaan anting-anting tidak hanya untuk kecantikan saja melainkan juga untuk ritual, kepercayaan, budaya, dan lainnya.

Di India, anting-anting digunakan di telinga dan hidung, menjadi tradisi budaya sejak lama.

source : IG @tejasswiaddicts

 Artis India mengenakan anting-anting di telinga dan hidung

Sejak kapan anting-anting mulai digunakan? Jika melihat relief candi-candi di Indonesia, terlihat perempuan yang mengenakan anting-anting; berarti sudah lama juga anting-anting digunakan.

Di Persia Kuno, anting-anting tidak hanya digunakan oleh perempuan saja; arkeolog menemukan sebuah lukisan di dinding situs di Persepolis, berusia sekitar 5000 tahun. Lukisan menggambarkan tentara kekaisaran Persia memakai anting di kedua telinganya. Pada masa itu anting digunakan pria untuk menunjukkan identitasnya, menjadi simbol status sosial dalam kelompok masyarakat. Sebagai pejuang, anting digunakan menjadi jimat pelindung dalam perang.

Di Yunani, anting-anting digunakan para perempuan pada tahun 2000 SM untuk kecantikan. Bentuknya beragam sebagaimana yang ditemukan para arkeolog, seperti cincin besar dengan pinggiran tipis, bentuk bulan sabit hingga bentuk perahu. Pria Yunani tidak menggunakan anting-anting, karena menjadi simbol kelemahan.

Bagi bangsa Mesir, kuno anting-anting yang populer berbentuk teratai berwarna emas, sedangkan di Afrika Selatan, orang-orang Masai di wilayah Kenya (saat ini) sudah lama memakai anting-anting.

Di Benua Amerika, suku Astec, Maya, dan suku lainnya juga mengenakan anting-anting untuk tujuan spiritual dan diyakini akan membuatnya berani saat berperang

Para pelaut pada masa lalu juga menggunakan anting-anting, mereka percaya jika anting-anting dapat memberikan pandangan jarak jauh dengan baik. 

Pada abad ke -17, anting-anting sempat menghilang dari tren masyarakat Eropa dengan adanya penggunaan wig atau rambut palsu, juga hiasan kepala yang menutupi telinga dan baju kerah tinggi. Namun pada abad ke-20 muncul kembali di Eropa setelah ditemukannya model anting jepit dan cara melubangi daun telinga yang tidak sakit.

Tahun 1970-an, anting-anting mulai populer di kalangan punk rock sebagai bagian dari gaya hidup, tidak hanya di telinga tetapi juga di bibir, perut, hidung, dan pelipis (piercing). Tahun 1980-an anting-anting menjadi trend dikalangan musisi pria di Inggris dan diikuti oleh musisi dari negara lain.

BACA JUGA : SEJARAH KERTAS

Sumber: https://kumparan.com/potongan-nostalgia/asal-usul-penggunaan-anting-di-dunia; https://bobo.grid.id/read/081773324/sejak-kapan-anak-perempuan-memakai-anting-ya-akubacaakutahu?page=all

Yuli Hapsari