Waspada penyakit urine tikus saat banjir (Leptospirosis)

 

source : id.pinterest.com

Indonesia adalah negara  beriklim tropis yang mempunyai dua jenis musim, yaitu musim panas dan musim hujan. . Musim hujan bisa dikatakan musim dimana penyakit mudah sekali menyerang terutama jika kita tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

Selain penyakit flu, demam berdarah ataupun diare, ada satu jenis penyakit lagi yang tidak bisa dianggap remeh oleh kita, Leptospirosis namanya.

Indonesia merupakan negara yang menempati urutan ketiga terbanyak kematian akibat leptospirosis, dengan angka kejadian terbanyak bersamaan dengan musim hujan dan banjir.

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri leptospira, dan bakteri ini bisa menyerang baik hewan maupun manusia. Bakteri ini biasanya hidup pada ginjal hewan pembawa penyakit leptospirosis, yang akan keluar melalui urine dan mengendap di tanah. Hewan yang biasa terjangkit penyakit ini adalah tikus

Jika kuman ini berada disekitar tanah, air ataupun lumpur  maka penularan itu melalui celah kulit, seperti luka goresan, luka terbuka, atau luka yang kering. Kontak yang lama dengan genangan air yang terkontaminasi urin atau minum air yang telah terkontaminasi juga dapat menyebabkan seseorang terinfeksi.

Penyebab penyakit leptospirosis atau penularannya juga bisa melalui kegiatan lainnya seperti olahraga rafting (arung jeram), berenang, atau berkemah di dekat danau dan sungai yang tercemar bakteri leptospira interrogans.

soource : info-tikus.blogspot.com

masa inkubasi leptospirosis secara umum biasanya sekitar 5 hingga 14 hari (rata-rata 10 hari) setelah mengalami infeksi bakteri leptospira interrogans.

Untuk leptospirosis ringan, gejala-gejala yang dapat timbul adalah :

  1. Demam menggigil yang  mendadak
  2. Nyeri kepala
  3. Pegal-pegal
  4. Nyeri otot, terutama punggung bagian bawah dan betis
  5. Nyeri perut, mual dan muntah
  6. Iritasi dan kemerahan pada mata disertai fotofobia (takut terhadap cahaya)
  7. Ruam pada kulit

Sedangkan penderita leptospirosis berat akan menimbulkan tanda dan gejala beberapa hari setelah mengalami gejala leptospirosis ringan menghilang.

Pada 50% penderita dengan leptospirosis berat, infeksi dapat menyebar ke otak sehingga menyebabkan meningitis (peradangan selaput otak) dan ensefalitis (peradangan otak) yang ditandai dengan adanya kaku kuduk, nyeri kepala, muntah, sampai kejang-kejang.

Untuk mencegah terjangkitnya leptospirosis caranya dengan :

  1. Berantas binatang liar yang hidup disekitar tempat tinggal kita, terutama tikus
  2. Hindari berenang di sumber air tergenang yang kemungkinan tercemar urin binatang yang terinfeksi leptospirosis
  3. Kenakan alas kaki apabila hendak keluar rumah
  4. Pastikan sumber air minum untuk mandi dan minum anda bersih

BACA JUGA : 5 HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PASCA BANJIR

Sumber :https://hellosehat.com; https://doktersehat.com

Ella Irawan