AGAR-AGAR, JELI , GELANTIN DARIMANA ASALNYA?

 

Kita mengenal makanan yang terbuat dari agar-agar, jeli, atau gelantin; sepintas sepertinya sama, semuanya lembut, halus, dan kenyal. Namun bahan dasar ketiganya berbeda.

Agar-agar, terbuat dari rumput laut (algae), dijual dalam bentuk bubuk, cara memasaknya di campur dengan air dan direbus. Setelah mendidih didinginkan, teksturnya keras, kaku, dan padat. Agar-agar tidak hanya untuk makanan namun juga sebagai suplemen atau obat-obatan.

Menurut laman hellosehat.com, agar-agar bermanfaat untuk mengatasi sembelit, membantu mengendalikan gula darah dan membantu mengatasi penyakit kuning akibat kadar bilirubin yang tinggi. Walaupun tidak mengandung racun, namun bisa saja ada efek sampingnya seperti gangguan pencernaan atau gangguan kerongkongan dan lainnya.

Menurut sejarahnya, di Jepang, pernah mendapat kunjungan utusan dari China pada masa dinasti Tang (tahun 618-907). Utusan tersebut membawa agar-agar sehingga menjadi populer di Jepang.

Pada tahun 1654 Inken Zenji seorang pendeta memberi nama agar-agar dengan Kanten yang artinya langit musim dingin. Masa musim dingin yang panjang merupakan saat terbaik untuk membuat Kanten. Saat Perang Dunia II, tentara Jepang membawa bekal tepung agar-agar sebagai pengganti beras sehingga agar-agar makin luas dikenal orang.

Jeli terbuat dari umbi Konyaku atau iles-iles dicampur dengan rumput laut Karagenan. Dijual dalam bentuk bubuk, cara memasaknya juga dicampur air hingga mendidih dan membentuk gel. Setelah matang, didinginkan; teksturnya lebih kenyal dari pada agar-agar.

Saat ini orang-orang semakin kreatif dengan Jelly Art yaitu seni menghias jeli, dengan menggunakan alat tertentu sehingga dapat membentuk bunga, kupu-kupu, dan sebagainya ke dalam jelly yang bening.

source : tipsresep.blogspot.com/2015/08/resep-puding-jelly-art-cara-membuat.html

Gelantin, terbuat dari tulang sapi, kerbau atau babi, sehingga harganya lebih mahal. Dijual dalam bentuk bubuk atau lembaran. Memasaknya pun dengan menggunakan air sebagai campurannya. Setelah matang teksturnya jauh lebih lembut; umumnya untuk membuat puding panna cotta, semacam puding khas Italia.

Gelantin juga untuk dibuat permen lunak, jeli, es krim, dan juga untuk obat-obatan.

 Permen lunak dari gelantin sapi

BACA JUGA : BAHAYA PASCA BANJIR MENGINTAI

Sumber: https://hellosehat.com/herbal/agar/; https://swallow-globe.co.id/main/sejarah-agar-agar-darimana-bagaimana-bisa-populer/ ; https://resepasik.com/2016/05/27/cara-membuat-jelly-art-bunga/; https://fibercreme.com/ini-lho-bedanya-agar-agar-jeli-dan-gelatin/

Yuli Hapsari