Hipotermia Menghantui Korban Banjir

 

source : doktersehat.com

Hujan lebat yang mengguyur Jabodetabek akhir-akhir ini menyebabkan bencana banjir yang ternyata banyak menelan korban. Data yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban banjir dan longsor yang melanda DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat bertambah. Korban meninggal dunia tercatat per 4 Januari 2020, pukul 10.00 WIB menjadi 53 orang dan 1 (satu) orang hilang.

Korban yang meninggal itu salah satu penyebabnya adalah karena mengalami hipotermia.

Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, bahkan kematian.

Hipotermia terjadi ketika panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Kondisi yang dapat menyebabkan panas tubuh hilang karena hipotermia adalah:

  • Terlalu lama menggunakan pakaian basah;
  • Terlalu lama di dalam air;
  • Terlalu lama berada di tempat dingin;
  • AC disetel terlalu dingin;

Hipotermia memang dapat dialami oleh siapa saja tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan seseorang mengalami hipotermia, diantaranya:

  • Kelelahan;
  • Faktor usia (bayi dan lansia);
  • Gangguan mental, misalnya demensia;
  • Konsumsi alkohol dan NAPZA.

Gejala hipotermia pada setiap orang berbeda-beda, tergantung kepada tingkat keparahannya. Biasanya gejala hipotermia dapat dikenali dengan gejala-gejala:

  • Mati rasa;
  • Menggigil;
  • Respon menurun;
  • Kulit pucat dan terasa dingin apabila disentuh;
  • Kaku bahkan sulit untuk bergerak;
  • Jantung berdebar hingga denyutnya melambat.

Pada bayi, hipotermia ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan terlihat kemerahan, terlihat diam, lemas, dan tidak mau menyusu atau makan.

Apabila kita menemukan seseorang dengan gejala hipotermia, yang perlu dilakukan pertama kali adalah mencari ada tidaknya denyut nadi dan pernapasan; apabila denyut nadi sudah berhenti maka segeralah cari bantuan medis.

Apabila orang itu masih bernafas dan ada denyut nadinya maka, tindakan yang harus dilakukan agar suhu tubuhnya kembali normal adalah:

  • Pindahkan secara hati-hati ke tempat yang lebih kering dan juga hangat, gerakan yang berlebihan dapat memicu denyut jantung berhenti;
  • Gantilah pakaian dengan yang kering;
  • Hangatkan tubuhnya dengan menggunakan selimut tebal;
  • Berikan minuman hangat;
  • Kompres dengan menggunakan air hangat dan letakkan kompres itu di leher, dada, juga selangkangan. Jangan meletakkan kompres itu di lengan atau tungkai karena justru akan menyebabkan darah yang dingin mengalir ke jantung, paru-paru, dan otak;
  • Hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita hipotermia; panas yang belebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

BACA JUGA : LAYANG LAYANG SELAYANG PANDANG

Sumber: https://www.bnpb.go.id; https://www.alodokter.com; https://hellosehat.com/

Ella Irawan