Biopori, Solusi Mengatasi Banjir

 

source : 99.co

Banjir masih saja menjadi ancaman bagi kita terutama di musim penghujan seperti saat ini, apalagi dipicu dengan makin berkurangnya sumber resapan air yang juga merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir.

Salah satu solusi untuk mengatasi bencana itu adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB). Biopori pertama kali diperkenalkan oleh Kamir Raziudin Brata, seorang peneliti dan dosen di Departemen ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan IPB.

Biopori atau yang biasa disebut dengan Teknologi Lubang Resapan Biopori merupakan metode alternatif untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah, selain dengan sumur resapan.

Kelebihan dari Biopori adalah memperkaya kandungan air hujan. Karena setelah diresapkan ke dalam tanah lewat Biopori yang mengandung lumpur dan bakteri, air akan melarutkan dan kemudian mengandung mineral-mineral yang diperlukan oleh kehidupan. Adapun tujuan Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah agar air masuk sebanyak mungkin ke dalam tanah.

Peralatan yang harus dipersiapkan sebelum membuat biopori adalah:

  1. Bor biopori atau bor tanah;
  2. Pipa PVC dengan penutup yang sudah dilubangi di bagian pinggirannya;
  3. Sampah organik;
  4. Air;
  5. Kawat (jika tidak memakai penutup yang dilubangi)
source : 99.co

Cara membuat lubang biopori:

  1. Tentukan lokasi tanah yang akan dijadikan lubang biopori;
  2. Siram tanah agar menjadi lunak dan mudah dilubangi;
  3. Lubangi tanah dengan bor biopori atau bor tanah dan buat secara tegak lurus;
  4. Buat lubang sedalam 1 meter dengan diameter 10-30 cm;
  5. Lapisi lubang dengan pipa PVC seukuran diameter lubang yang sudah disiapkan;
  6. Isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah, dan lain-lain;
  7. Tutup lubang dengan kawat besi atau tutup pipa PVC yang sudah dilubangi.
source : 99.co

Lubang Resapan Biopori harus selalu kita rawat agar dapat berfungsi dengan baik, caranya dengan selalu mengisi lubang biopori dengan sampah organik setiap 5 hari sekali, biarkan sampah di dalam lubang selama 3 bulan hingga berubah menjadi kompos lalu angkatlah kompos (gunakan sebagai pupuk tanaman) dan isilah kembali lubang itu dengan sampah organik baru.

source : 99.co

Dengan memanfaatkan Biopori, akan membuat keseimbangan alam terjaga, sampah organik yang sering menimbulkan bau tak sedap dapat diatasi; selain itu juga dapat menyimpan air untuk musim kemarau.

BACA JUGA : AWAS HIPOTERMIA KARENA BANJIR

Sumber: http://hijaumovement.blogspot.com; https://borbiopori.wordpress.com; https://www.99.co

Ella Irawan