PASAR EKSTRIM

source : news.okezone.com

Jika di Wuhan ada Huanan Seafood Wholesale Market, di kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, terdapat sebuah pasar tradisional sekaligus sebagai tempat wisata yang sangat populer hingga mancanegara. Namanya Pasar Tradisional Tomohon atau yang disebut juga dengan “Pasar Beriman” (bersih, indah dan aman).

Pasar Tomohon telah lima kali berpindah tempat, lokasi pertama di kota tua di Nimawanua; pada waktu itu transaksi jual beli dilakukan dengan cara barter. Tahun 1852 pasar ini dipindahkan ke belakang bangunan gudang kopi (sekarang menjadi kompleks SD GMIM IV Paslaten II Kecamatan Tomohon Timur).

Lokasi ketiga terdapat di bagian belakang kantor Distrik Tomohon di Kamasi yang saat ini menjadi kompleks kantor, balai, dan lapangan olahraga, Kelurahan Kamasi.

Tahun 1913 lokasi Pasar Tomohon dipindahkan ke Paslaten oleh Hukum Besar Theodorus Estefanus Gerungan dan terakhir tahun 1979 hingga saat ini lokasinya

bersebelahan dengan Terminal bus kota Tomohon, Kelurahan Paslaten 2.

Pasar Tomohon hampir sama seperti pasar tradisional lainnya, hanya yang membedakannya dipasar ini dijual makanan yang tidak biasa, seperti daging kucing, anjing, biawak, tikus, monyet hitam, bahkan ular piton sehingga memang hanya yang bernyali besar yang berani mengunjungi pasar ini.

source : food.detik.com

Daging tikus yang dijual dipasar ini adalah tikus hutan atau yang dikenal dengan sebutan Kawok, bedanya dengan tikus tanah adalah kawok mempunyai ekor berwarna putih.

source : Nova.grid.id

Sempat pula disorot oleh media asing, dimana banyak anjing yang dimatikan dengan cara yang sangat tidak layak, yaitu dengan cara dipukul sampai nyaris mati sebelum dibakar, bahkan hal tersebut pernah difilmkan oleh para aktivis di Kota Tomohon dan Kota Langowan, Sulawesi Utara.

Kelompok penyayang binatang Dog Meat-Free Indonesia (DMFI) pernah mendesak pemerintah Indonesia untuk menepati janjinya melarang perdagangan anjing dan kucing, terlebih lagi setelah mereka melihat video yang beredar bagaimana kedua hewan tersebut dipukul kepalanya dan dibakar menggunakan obor dengan api menyala saat masih hidup.

Lola Webber, direktur Change for Animals Foundation — yang menjadi bagian dari DMFI bersama Humane Society International, Animal Friends Jogja, and Jakarta Animal Aid Network — mengatakan, “Ini adalah kekejaman yang paling mengerikan yang pernah saya saksikan selama 10 tahun, dan praktik tersebut dilakukan di depan anak-anak,” ungkapnya, dilansir dari ABC News pada Senin (17/9/2018).

Pemerintah menyatakan sepakat dan setuju untuk memperhatikan kesejahteraan hewan-hewan tersebut dan mengakhiri perdagangan daging anjing dan kucing di kota itu dalam kurun waktu empat tahun.

BACA JUGA : HUANAN SEAFOOD WHOLESALE MARKET

Sumber : http://mytomohon.blogspot.com; adrianuskojongian.blogspot; https://www.goodnewsfromindonesia.id; https://news.detik.com; https://nationalgeographic.grid.id

Ella Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 11 =