Hoax atau Fakta

source : wirafokus.com

Seringkali media sosial (medsos) dijadikan sasaran utama oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong (hoax). Mirisnya masih banyak warganet yang tidak bisa membedakan mana berita asli dan mana yang hoax.

Berita menyesatkan yang banyak beredar baik di situs online maupun pesan chatting sudah tentu dapat menimbulkan keresahan; jika tidak hati-hati maka warganet akan termakan berita yang menyesatkan tersebut.

Untuk mengetahui apakah berita itu sekedar hoax atau fakta, perhatikan beberapa langkah berikut ini:

  1. Perhatikan baik-baik, apakah di dalam berita tersebut ada kalimat-kalimat yang janggal seperti : “Sebarkanlah !”, “Viralkanlah !”, selain itu artikel yang penuh dengan huruf besar dan tanda seru disinyalir pula mengandung informasi hoax
  2. Berita hoax biasanya memberi judul sensasional yang provokatif. Untuk itu sebelum mempercayai berita tersebut sebaiknya carilah referensi berita yang serupa dari situs online yang resmi, sehingga warganet dapat memperoleh informasi yang berimbang.
  3. Cermati alamat URL situs yang dimaksud. Menurut Dewan Pers, saat ini di Indonesia terdapat 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita namun situs berita resmi hanya sekitar 300.
  4. Seringkali penyebar berita hoax membuat berita dengan mengedit foto; cek keaslian foto tersebut, caranya dengan manfaatkan mesin pencari Google, yaitu dengan melakukan drag-and-drop ke dalam kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar serupa di internet.
  5. Saat ini banyak sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax di facebook, seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup ini warganet bisa bertanya apakah informasi yang beredar merupakan hoax atau fakta.

Jika menemukan berita hoax, maka para warganet dapat melaporkan hoax tersebut ke media masing-masing :

  1. Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari warganet, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.
  2. Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan
  3. Bagi pengguna internet, dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

BACA JUGA : PENTINGKAH PRIVACY?

Sumber : https://kominfo.go.id; https://tekno.kompas.com; https://www.liputan6.com

Ella Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 − one =