Rumah Monster Untuk si “Predator Seks”

 

source : wikipedia.com

Masih ingat dengan Reynhard Sinaga, seorang WNI berusia 37 tahun yang terlibat 159 kasus perkosaan terhadap 48 korban pria sejak 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Reynhard Sinaga kuliah di Inggris dan pernah mengajukan tesis berjudul “Sexuality and everyday transnationalism among South Asian gay and bisexual men in Manchester” pada Agustus 2016, saat mengambil S-3 geografi manusia di Universitas Leeds pada Agustus 2012, tetapi tidak selesai.

Kasusnya yang terjadi di Inggris sempat menyita perhatian dunia termasuk Indonesia. Akibat kejahatan yang dilakukannya maka, 3 Januari 2020 lalu ia di jatuhi hukuman penjara selama 30 tahun, dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Strangeways. Namun, pada Senin 20 April 2020, ia dipindahkan ke penjara Wakefield.

Penjara Wakefield atau di kenal dengan julukan “The Monster Mansion” yang terletak di kawasan West Yorkshire ini termasuk penjara kategori A.

Penjara kategori A adalah penjara yang dihuni oleh napi kasus pembunuhan, perampokan, perkosaan, terorisme, dan rencana pembunuhan; karena dianggap membahayakan keamanan warga dan nasional maka penjagaannya sangat ketat.

source : travel.detik.com

Tercatat beberapa penjahat sadis yang pernah ada di sana dan terkadang dibunuh juga di penjara itu seperti yang pernah dialami Roy Whiting, seorang pelaku tindakan penculikan dan pembunuhan yang di vonis 40 tahun penjara, namun pada tahun 2012 ia dibunuh oleh napi lainnya di tempat itu.

Ada lagi seorang penjahat yang pernah terlibat kasus pembunuhan dan perkosaan terhadap beberapa wanita pada tahun 1974, ia bernama Maudsley. Selama di tahanan ia melakukan pembunuhan kembali terhadap 3 orang napi, sehingga dijuluki “Hannibal The Cannibal”.

Seorang dokter yang bernama Dr. Harold Shipman juga terlibat pembunuhan berantai, ia membunuh 15 pasiennya pada tahun 2000, hingga ia dijuluki dr. Death. Shipman tewas di dalam sel pada tanggal 13 Januari 2004.

Penjara yang mempunyai nama resmi Her Majesti Prison Wakefield ini mulai beroperasi sebagai lembaga pemasyarakatan tahun 1594 dan mampu menampung 751 napi di tahun pertama.

source : getty image

Hampir separuh dari tahanan berusia 50 tahun atau lebih, bahkan yang tertua berusia 91 tahun. Sebanyak 60 persen napi menjalani hukuman penjara seumur hidup atau hukuman tak tentu untuk perlindungan terhadap publik.

Berdasarkan hasil survei, seperempat tahanan mengatakan bahwa mereka merasa tidak aman berada disana, 60% napi juga mengatakan mendapatkan kekerasan verbal (ancaman) dan intimidasi dari para sipir. Bahkan sebagian dari mereka pernah diserang secara seksualitas.

Rekor tingkat kematian di penjara Wakefield selama 36 tahun tercatat 157 orang atau rata-rata 4 orang setiap tahunnya, jumlah kematian ini jauh lebih tinggi dari rata-rata kematian napi di seluruh penjara yang ada di Inggris.

Bagaimana nasib Reynhard Sinaga di penjara itu? Semoga tidak akan bernasib “buruk” seperti kejadian yang pernah dialami sesama napi di sana. Mengingat dengan vonisnya yang cukup lama yaitu 30 tahun penjara, artinya jika tidak ada tuduhan atau vonis susulan, ia baru akan bebas di usia sekitar 67 tahun.

BACA JUGA : KEBIRI BAGI PREDATOR SEKS

Sumber: https://www.law-justice.co; https://id.wikipedia.org/; https://www.kompasiana.com/

Ella Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − five =