Kina sang obat Malaria

 

Di Jalan Pajajaran Kota Bandung, terdapat bangunan yang dahulu merupakan pabrik Kina terbesar. Pada tahun 1941 pabrik tersebut menghasilkan 140 ton quinine (serbuk kina) yang kira-kira sama dengan kebutuhan dunia pada saat itu.

Menurut alodokter.com, kina adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Penyakit yang disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan plasmodium. Parasit tersebut menetap di dalam perut nyamuk betina yang terinfeksi dan disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk.

Karena ingin tahu sejarah kina, saya menuju Museum Sri Baduga, Jalan B.K.R. 185 Bandung. Dari penjelasan yang ada, dapat diketahui sejarah ditemukannya obat malaria tersebut.

Source :Dok Pribadi Museum Sri Baduga Bandung

Ditemukannya pohon kina sebagai penyembuh penyakit malaria dimulai dari kisah seorang keluarga Peru bernama Chinchon yang terserang penyakit demam. Dalam kondisi yang payah suhu badan panas, ia mencari danau karena sangat kehausan. Air danau terasa pahit tetapi tetap diminum. Anehnya penyakitnya sembuh.

Dia penasaran mencari penyebabnya. Di danau itu dia melihat pohon tumbang, dia memperkirakan kayu pohon tersebut yang menjadi obatnya. Pohon itu dinamakan Chinchona Pahudiana atau Chinchona Calisaya dari nama penemu pohon itu

Bagaimana sampai indonesia?

Diawali Dr. J.K.Haskarl ahli botani dari Belanda mengambil pohon kina di Peru untuk diteliti, tetapi karena sakit, ia menugaskan Franz Wilhem Junghuhn untuk melanjutkannya. Junghuhn lahir di Mansfeld, Pruisen, Jerman, 26 Oktober 1809. Ia seorang pecinta alam yg dipaksa orang tuanya belajar kedokteran di Halle dan Berlin.

F.W. Junghuhn tiba di Batavia tahun 1835, dan selama 13 tahun menjelajah hutan, danau, lembah, gunung, meneliti flora-fauna, juga mengunjungi candi di Jawa dan Sumatera Bagian Utara. Tahun 1848 ia cuti ke Belanda dan mendapat tugas menyelesaikan penelitian kina yang dibawa Dr Haskari.

Tahun 1852 ia ke Batavia membawa kina dan selama 4 tahun mengadakan percobaan penelitian pohon kina di Lembang.

Tahun 1855 pohon kina mulai ditanam di dataran tinggi Bandung Selatan, di lereng Gunung Malabar berdampingan dengan kebun teh. Kemudian ditanam di berbagai tempat seperti di lereng Gunung Malabar dan Pengalengan. Di Sukabumi, di kebun Kertamanah di Cinyiruan terdapat pohon kina tertua yang ditanam tahun 1855. Semula ada 8 pohon, terakhir tinggal satu sudah doyong. Saat ini mungkin sudah tidak ada.

BACA JUGA : GEDUNG MERDEKA BANDUNG

Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-01301117/kisah-pabrik-kina-bandung-dan-kejayaan-farmasi-indonesia-di-dunia-430031.

Yuli Hapsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 4 =