Sejak kapan tato dipergunakan?

Suatu tanda atau gambar di bagian tubuh disebut rajah atau tato.

Tato dari bahasa Polynesia, berarti memberi tanda, dan dari bahasa Tahiti yaitu “Tatu” berarti menandakan sesuatu.

Tato dibuat dengan memasukkan “sesuatu” ke dalam kulit, dengan jarum. Orang Eskimo memasukkannya menggunakan tulang binatang, sedangkan di Tiongkok dengan tembaga panas untuk mencetak gambar naga. Tato sebagai simbol atau penanda yang dapat memberikan kebanggaan, misalnya simbol keberanian, keberuntungan, status sosial, kedewasaan, dan lainnya.

Di Polinesia sebagai tanda kedewasaan, laki-laki dibawah pinggang, wanita di pergelangan tangan dan kaki. sedanglkan di  Mesir, sebagai tanda bangsawan dan untuk kecantikan, di alis dan di pergelangan tangan.

Di Indonesia, pada Suku Dayak di Kalimantan Barat, khususnya Suku Dayak Iban dan Embaloh di Kabupaten Kapuas Hulu, mempunyai kebiasaan menghias tubuhnya dengan tato.

Masyarakat memandang tato sebagai: Nilai religi antara lain sebagai suluh (penerang) dalam perjalanan ke alam baka dan memberi kesaktian kepada dukun (balian);

  • Pemberi kekuatan dan penangkal roh halus jahat;
  • Simbol status sosial antara lain sebagai tanda bahwa seseorang telah berjasa, atau tanda memiliki ketrampilan tertentu, atau juga sebagai tanda kekuasaan sebagai ketua atau kepala suku.

Baca Juga: Fakta dibalik Pembacaan Teks Proklamasi

Tato ada motif-motifnya, berfungsi sebagai penghias tubuh agar si pemakai tato tubuhnya tampak lebih gagah, atau cantik (anggun). Pembuat tato, hanya boleh dilakukan oleh orang yang dituakan, yang menguasai makna dan motif tato serta mempunyai kekuatan batin dan pengetahuan yang luas dalam pengalaman hidup.

Sejak kapan tato dipergunakan?

Di Mesir ditemukan sebuah mumi yang diperkirakan bertato, sekitar 3000 tahun SM, kemudian tato menyebar ke suku-suku dunia.

Dalam perjalanannya, tato pernah memiliki kesan kriminalitas karena untuk menandai penjahat, namun pada saat sekarang tato dianggap sebagai suatu bentuk seni. Walaupun demikian perlu diwaspadai pengaruhnya pada kesehatan.

Sumber: Museum Kalimantan Barat; https://id.wikipedia.org/wiki/Rajah; http://asal-usul-motivasi.blogspot.com/2011/01/asal-usul-sejarah-tato.html; https://lifestyle.kompas.com/read/2019/ 03/09/174703420/cara-mengatasi-alergi-tato-agar-tak-semakin-parah?page=all.

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − one =