Ternyata Lobster Pernah Loh Jadi Makanan Murah

Lobster adalah hewan laut, bentuknya perpaduan udang dan kepiting; saat ini menjadi salah satu menu makanan yang disajikan di restoran mewah.

Apa benar Lobster pernah menjadi makanan murah?

Benar sekali, tetapi itu dulu, pada abad 17 dan 18. Dilansir dari Knowledge Nuts, di pantai-pantai di Amerika Serikat, lobster mudah didapat; dalam satu jam orang mencari lobster bisa mendapatkan satu ember penuh. Pada saat itu orang masih takut mengonsumsinya, karena belum banyak yang mengetahui cara mengolahnya, sehingga digunakan sebagai menu makanan untuk nara pidana, para budak, untuk pakan ternak, dan hewan peliharaan.

Setelah ditemukan cara memasak lobster yang tepat, orang mulai memasak lobster, dan disajikan pertama kali di kereta api pada awal tahun 1800-an. Namun lobster tidak disajikan secara utuh, bentuknya masih disembunyikan. Setelah diakui kelezatannya oleh banyak orang, lobster disajikan secara utuh.

Setelah Perang Dunia I, tahun 1920-an, lobster menjadi hidangan kelas atas bagi aristokrat, namun ketika terjadi peristiwa Depresi Besar atau Zaman Malaise yaitu menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis, lobster menjadi makanan bagi semua orang karena banyak orang mencari makanan gratis. Ketika perekonomian mulai membaik, lobster kembali menjadi makanan mahal.

Baca Juga: Yakin Kentang Goreng asalnya dari Prancis?

Sampai saat ini Lobster menjadi makanan bergengsi, salah satu lobster favorit di Indonesia adalah Lobster Mutiara (Panulirus Ortanus), berwarna hijau dengan corak cocol-cocol putih. Lobster Mutiara merupakan lobster termahal di dunia; walaupun mahal, banyak penggemarnya. Dalam tayangan TV acara Hitam Putih bulan November 2018, Chef Mario Emmanuel, memperagakan masakan lobster mutiara seberat 2,7 kg dengan harga 2,7 juta rupiah. Lobster seberat 2,7 kg tersebut umurnya sekitar 25-27 tahun.

Indonesia memiliki lautan yang sangat luas, menghasilkan berbagai jenis lobster. Selain dari Lobster Mutiara (Panulirus Ortanus), ada pula Lobster Pasir (Panulirus Homarus), Lobster Bambu (Panulirus Versicolor) yang memiliki motif garis putih pada kakinya, dan Lobster Pakistan (Panulirus Polypagus) yang banyak ditemui di perairan Jawa Timur seperti Lamongan dan Sumenep.

Daerah penghasil lobster lainnya diantaranya di Pulo Aceh, Cilacap, Lombok Tengah, Gresik, dan di pantai Kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sumber: HitamPutih 13/11/2018; https://www.merdeka.com/gaya/lobster-ternyata-awalnya-merupakan-makanan-bagi-narapidana.html; https://www.tagar.id/lima-lobster-dengan-nilai-jual-tinggi-di-indonesia

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − eighteen =