Waah.. Jakarta sekarang ada kupu-kupu

“Kita berhenti berkegiatan, kembali ke rumah. Di Jakarta kita merasakan mayoritas kita kembali ke rumah, dan apa yang terjadi. Alam kembali jernih, alam kembali tenang, sejuk. Jakarta sekarang ada kupu-kupu”.

Demikian penyataan Gubernur DKI saat PSBB.

Segera saya mencari info tentang kupu-kupu. Pada laman ahsanel86.blogspot.com disebutkan, kupu-kupu berfungsi sebagai indikator udara bersih; semakin banyak kupu-kupu di suatu lingkungan berarti kualitas udara dan pencahayaan matahari di lingkungan tersebut baik. Kualitas udara yang buruk dan pencahayaan matahari yang kurang, sangat mempengaruhi kehidupan kupu-kupu.

Pertumbuhan kupu-kupu dikenal dengan metamorfosis dimulai dari fase telur, kemudian menjadi ulat, selanjutnya berubah menjadi kepompong dan menjelma menjadi kupu-kupu.

Masa hidup kupu-kupu dewasa sekitar satu minggu sampai kira-kira delapan bulan tetapi rata-rata setiap jenis memiliki masa hidup dua atau tiga pekan (Imes, 1992).

Kupu-kupu, makanan utamanya madu bunga. Menurut ( Sihombing, 2002 ), Kupu-kupu biasanya mengunjungi bunga pada pagi hari antara pukul 08.00-10.00 WIB saat matahari cukup menyinari dan mengeringkan sayap mereka. Namun jika cuaca berkabut, akan tertunda. Sore hari Kupu-kupu mengunjungi bunga antara pukul 13.00-15.00 WIB. Setelah periode makan, kupu-kupu akan terbang ke puncak pohon atau naungan dan tinggal di sana.

Baca Juga: Kecanduan Gawai

Kupu-kupu di Bantimurung (koleksi pribadi)

Dunia memiliki 20.000 jenis kupu-kupu dan Indonesia berada pada urutan kedua sebagai negara dengan keanekaragaman kupu-kupu, yaitu sekitar 2500 jenis. Di Indonesia sorga kupu-kupu berada di Sulawesi, jenis kupu-kupu terkaya sehingga dijuluki The Kingdom of Butterfly, khususnya di Kabupaten Maros, salah satunya di Taman Wisata Alam Bantimurung.

Ada 19 jenis kupu-kupu Indonesia yang mempunyai status langka dan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Kelangkaan tersebut disebabkan berbagai faktor, di antaranya, perusakan habitat kupu-kupu di hutan dan semak, penangkapan yang tidak terkendali, perdagangan ilegal, dan penggunaan insektisida yang semena-mena.

Sumber: http://e-journal.uajy.ac.id/10368/3/2BL01065.pdf; https://www.goodnewsfromindonesia.id/2020/02/11/inilah-19-jenis-kupu-kupu-indonesia-yang-langka-dan-dilindungi https://www.kehati.or.id/filosofi-kupu-kupu/; http://ahsanel86.blogspot.com/2017/06/kupu-kupu-sebagai-bioindikator.html

Yuli Hapsari
Yuli S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =