Haruskah Mendua?

Serial drama The World of The Married yang disiarkan di Indonesia mulai 27 Maret 2020, menceritakan kehidupan sebuah pernikahan Ji Sun Woo, seorang dokter wanita yang diperankan oleh Kim Hee Ae dengan suaminya bernama Lee Tae Oh, dibintangi oleh Park Hae Joon.

Namun pernikahan yang sudah berjalan belasan tahun itu harus ternoda dengan kehadiran wanita lain yang jauh lebih cantik dan menarik dibandingkan dengan si istri.

source: loop.co.id

Menjalin hubungan yang penuh dengan cinta dalam waktu yang bersamaan dengan dua orang yang berbeda atau istilahnya “selingkuh” sudah tidak asing lagi, walaupun akan ada pihak yang tersakiti.

Lalu mengapa masih saja ada orang yang ingin berselingkuh? Mengapa selingkuh menjadi pilihan ketika setiap orang sebetulnya bisa memutuskan hubungan yang ada, lalu setelah hubungan itu berakhir barulah kemudian menjalin hubungan dengan orang lain?

  1. Ada Dalam Gen

Setiap orang memiliki gen DRD4, yaitu gen yang membantu untuk memproduksi hormon dopamin yang diproduksi otak ketika mendapat stimulasi oleh hal yang menyenangkan.

Seseorang dengan alel DRD4 yang panjang memerlukan simulasi yang lebih banyak untuk melepas dopamin. Individu dengan alel yang panjangnya dua kali lipat mempunyai kecenderungan melakukan hubungan bebas dan perselingkuhan dibandingkan seseorang dengan alel yang pendek.

  1. Kepuasaan Emosional Menurun

Perselingkuhan tidak hanya melibatkan unsur seksualitas, tetapi tanpa disadari rasa emosional akan berdekatan dengan orang lain akan tumbuh seiring dengan berjalannya waktu.

  1. Berawal dari Ketidaknyamanan

Pasangan yang memiliki kekurangan yang tidak bisa ditoleransi hingga menimbulkan ketidaknyamanan dengan pasangan, juga sering menjadi alasan seseorang melakukan perselingkuhan. Mereka yang merasakan ketidaknyamanan dalam sebuah hubungan akan berusaha mencari “obat” atas ketidaknyamanan itu ditempat lain. Menemukan rasa nyaman ketika bersama orang lain yang bukan merupakan pasangannya sering kali membuat seseorang terjebak untuk melanjutkan hubungan itu menjadi sebuah perselingkuhan.

Ada banyak pasangan yang dapat memaafkan riwayat perselingkuhan. Menurut penelitian ditemukan bahwa pasangan yang pulih dari badai perselingkuhan dapat memunculkan kekuatan baru dalam hubungan sehingga kualitas hubungan akan semakin baik.

Baca Juga: Awas, Kecanduan “Blue Film” Berdampak Pada Kerusakan Otak

Permohonan maaf dari pelaku perselingkuhan kepada pasangannya dan berjanji akan memperbaiki hubungan biasanya mendorong seseorang untuk memaafkan pasangannya yang berselingkuh.

Semakin saling memahami perbedaan dalam diri masing-masing juga dapat membantu pasangan yang mempunyai sejarah perselingkuhan, meskipun proses ini tidaklah mudah dan harus dimediasi oleh konselor.

Sumber: https://pijarpsikologi.org/; https://www.halodoc.com/

Penulis : Ella Irawan

Ella Irawan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − 8 =