Santet Asmara “Jaran Goyang”

Qureta.com

Bagi pecinta musik dangdut, pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu “Jaran Goyang” yang dipopulerkan oleh Nella Kharisma pada tahun 2017. Iramanya yang menghentak membuat siapa pun yang mendengar ingin langsung bergoyang, namun siapa sangka ternyata lagu itu sangat erat berkaitan dengan hal-hal mistik.

Perhatikan lirik dibawah ini:

Kalau tidak berhasil, pakai jurus yang kedua
Semar mesem namanya, jaran goyang jodohnya
Cen rodok ndagel syarate, penting di lakoni wae
Ndang di cubo, mesti khasil terbukti kasiate, gejrot

Baca Juga: Pemburu Syahwat Di Batavia

Lirik itu dipercaya merujuk pada ajian Jaran Goyang yang biasa digunakan masyarakat Osing, Banyuwangi. Ajian Jaran Goyang konon dapat menaklukan hati orang yang diinginkan. Siapa pun yang terkena (pelet) akan mengalami kasmaran bahkan sampai berperilaku seperti orang gila.

Nama lain dari jenis mantra ini “pengasihan dan pelet” dan sangat erat berkaitan dengan ilmu gaib, metafisik juga dunia paranormal.

Suku Osing mempercayai ada empat ilmu, yaitu yakni ilmu merah, ilmu kuning, ilmu hitam, dan ilmu putih. Ilmu merah berkaitan dengan perasaan cinta, ilmu kuning mengenai jabatan, ilmu hitam untuk menyakiti, dan ilmu putih untuk menyembuhkan.

Jaran Goyang sendiri termasuk kategori ilmu merah atau yang lebih dikenal dengan santet, namun mantra ini bukanlah untuk menyakiti atau membunuh tetapi untuk menyatukan dua orang agar bisa menikah atau bahkan memisahkan kedua orang yang saling mencinta.

Nama Jaran Goyang sendiri diambil dari perilaku kuda yang sulit untuk dijinakkan, namun jika sudah jinak, kuda itu dapat dikendalikan. Hal inilah yang dianalogikan dengan perasaan cinta seseorang. Korban terbanyaknya dari matra ini adalah perempuan.

Ki Buyut Mangun Tapa adalah sosok di balik Jaran Goyang; ia dipercaya banyak orang sebagai sosok spiritualis yang sakti. Ia juga cukup dikenal di daerah Cirebon lewat sebuah kisah epik “Nyi Pelet”.

Ilmu Jaran Goyang sudah ada lama sekali, namun sampai saat ini pun masih banyak yang menggunakannya dan Ilmu Jaran Goyang ini lebih dasyat dari ilmu pelet; sekali diamalkan maka korbannya akan lengket sejadi-jadinya.

Bahkan menurut penuturan Budayawan dan Sejarawan (Alm) Hasan Ali pada detik.com, jenis pelet Jaran Goyang konon yang paling kuno dan hebat dari sekian banyak ilmu pelet yang ada di Banyuwangi.

Namun untuk menguasai ilmu Jaran Goyang ini tidaklah mudah, ada banyak syarat yang harus dilakukan oleh si pengamalnya. Ajian Jaran Goyang, aslinya hanyalah sebuah baris mantra; agar ajian itu dapat bekerja maka harus diikuti dengan beberapa ritual, salah satunya adalah dengan mengamalkan puasa mutih selama 40 hari 40 malam. Pada malam terakhir harus diakhiri dengan Pati Geni, atau menghilangkan segala nafsu sementara.

Hal itu dilakukan agar bisa menguasai Jaran Goyang dengan sempurna.

Pada masa kini, untuk mendapatkan ajian Jaran Goyang ini tidak perlu lagi melakukan puasa mutih, tetapi dapat diwujudkan dalam benda-benda khusus, salah satunya dengan batu mustika, batu ini di dalamnya sudah diberi khasiat Jaran Goyang.

Dalam agama Islam, sihir memang ada. Sihir merupakan kekuatan yang diperoleh dari bantuan jin dan setan. Pelet dan guna-guna masuk dalam perbuatan sihir dan dilaknat oleh Allah.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya jampi-jampi, jimat, dan pelet adalah kesyirikan.” (HR. Abu Daud 3883, Ibnu Majah 3530).

Sumber: https://id.wikipedia.org/ ; https://www.boombastis.com/; https://muslim.okezone.com/; https://musik.kapanlagi.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × three =