Perengut Senyum Bayi, Moebius Syndrome

Alodokter.com

Moebius syndrome atau sindrom Moebius banyak diperbincangkan warganet saat ini di media sosial, setelah seorang psikiater bernama Andreas Kurniawan menceritakan kondisi anak laki-lakinya di akun twiitter pribadinya @ndreamon.

Andreas menceritakan bagaimana kondisi anaknya yang bernama Hiro, lahir dengan kondisi super langka. “Hiro tidak bisa menangis, lebih tepatnya Hiro tidak bisa membuka mulut; bahkan mungkin hanya bisa membuka sebesar sedotan air mineral”.

Warganet pun banyak bertanya-tanya, apa sebetulnya Moebius syndrome? Melansir dari Johns Hopkins Medicine, sindrom Moebius adalah kondisi bawaan lahir yang cukup langka yang merupakan hasil dari kurang berkembangnya saraf wajah yang mengendalikan beberapa gerakan mata dan ekspresi wajah. Kondisi ini dapat mempengaruhi saraf yang bertanggung jawab untuk berbicara, mengunyah, dan menelan.

Baca Juga: Waspada Floaters Di Mata Anda

Kelainan biasanya terjadi pada saraf ke-VII dan ke-VI. Akibat kondisi yang lemah ini, penderita tidak dapat mengungkapkan ekspresi wajah seperti tersenyum, cemberut, mengerutkan bibir, menaikkan alis, atau menutup kelopak mata. Penderita juga umumnya tidak dapat menggerakkan mata ke arah lateral atau ke luar. Oleh karena itu, penderita sering dikatakan memiliki wajah seperti patung.

Orang yang dilahirkan dengan Sindrom Moebius kebanyakan mempunyai mulut kecil (microstomia), lidah yang pendek dengan langit-langit tinggi dan melengkung sehingga mempengaruhi sang anak saat berbicara; selain itu giginya akan tumbuh tidak selaras.

Tidak hanya itu saja, Sindrom Moebius akan membuat mata sang anak mengalami kekeringan atau iritsasi akibat dari kelopak mata yang mungkin tidak menutup sepenuhnya saat berkedip atau tidur. Namun ternyata tidak hanya seputar wajah saja, kelainan itu menyebabkan anak yang mengalami kondisi ini akan mengalami keterlambatan perkembangan keterampilan motorik (seperti merangkak dan berjalan), meski sebagian besar akhirnya mereka bisa melakukannya. 

Penyebab pasti dari Sindrom Moebius ini masih belum bisa diketahui, namun ada kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik; jika salah seorang dari orang tuanya menderita sindrom tersebut kemungkinan sang anak akan menderita sindrome itu sekitar 50 persen. Selain itu kemungkinan penyebab lainnya adalah karena kurangnya atau terganggunya aliran darah ke janin ketika dalam kandungan.

Perawatan bagi penderita sindrom ini memang tidaklah mudah, banyak tenaga medis yang harus terlibat, seperti ahli saraf, dokter mata, ahli bedah plastik, ahli THT, dan ahli patologi wicara. 

Untuk kelainan saraf wajah akan dilakukan operasi koreksi dengan memindahkan cangkok otot atau saraf dari area lain wajah atau tubuh.

Prosedur terbaru yang bisa dilakukan adalah operasi senyum (smile operation). Tindakan ini melibatkan pemindahan mikrovaskular sebuah otot dari paha (grasilis) ke wajah dan menghubungkan saraf yang biasanya mengatur otot maseter untuk mengunyah.

Penyebab dari sindrom ini belum diketahui dengan pasti sehingga pencegahan yang efektif belum dapat dilakukan.

Sumber: https://www.klikdokter.com/; https://www.halodoc.com/

Ella Irawan
Ella I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × one =