Fetish Kain Jarik, Normal atau tidak?

@m_fikris

Nama Gilang mendadak menjadi trending di Twitter, setelah pemilik akun mufis@m_fikris, mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Surabaya, Jawa Timur. 

Kasus ini mencuri perhatian netizen karena Gilang dianggap memiliki “fetish” membungkus orang lain menggunakan kain batik atau kain jarik; itu sebabnya sosoknya disebut dengan “Gilang bungkus”.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan “fetish?”, benarkah Gilang seorang fetishism?

Baca Juga: Psikopat, Masih Dapatkah Di Tangani?

Fetish sendiri artinya adalah suatu keadaan di mana seseorang cenderung melakukan hal tertentu yang spesifik, untuk memenuhi hasrat bercinta mereka dan mencapai kepuasaan. Hal-hal tertentu yang dilakukan dalam fetish bermacam-macam, mulai dari yang normal hingga yang paling aneh dan tidak terpikirkan orang kebanyakan.

Menurut psikolog klinis dewasa, Nirmala Ika, pada republika.co.id, perilaku Gilang yang membungkus orang lain seperti pocong dengan kain jarik tidak bisa kita simpulkan langsung sebagai fetish.

Fetish merupakan salah satu bagian dari fantasi seks, normal atau tidaknya tergantung dari fantasi seseorang terhadap pasangan atau benda yang membuatnya bergairah. Fetish dikatakan normal jika pasangan itu tidak keberatan dengan apa yang dilakukan oleh pasangannya sendiri.

Pada detik.com pakar seks dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan adanya kemungkinan hal itu disebabkan dari trauma masa kecil.

“Semua kasus-kasus paraphilia (perilaku seksual menyimpang yang muncul secara berulang kali) selalu berasal dari trauma pada masa anak-anak, dilecehkan, dapat KDRT, dapat perundungan, dihina-hina, dibanding-bandingkan,” jelas dr Boyke.

Baca Juga: Awas, Kecanduan “Blue Film” Berdampak Pada Kerusakan Otak

“Mungkin saja si anak kecil itu ketika disiksa, dilakban matanya, kemudian ditutup mungkin dibungkus dengan kain jarik itu, dia lalu merasa takut hingga mengeluarkan cairan, rasa takut itu kan ada orang ngompol, mungkin sampai keluar sperma, nah mungkin yang dirasa itulah kemudian akhirnya merasakan itu juga sebagai suatu kenikmatan,” lanjut dr. Boyke lagi.

“Semua akibatnya akan muncul dalam bentuk penyimpangan-penyimpangan seksual paraphilia ketika dia dewasa”.

Namun untuk memastikan seseorang dengan fetish diperlukan pemeriksaan secara langsung oleh ahli kesehatan.

Sumber: https://hellosehat.com; https://www.alodokter.com; detik.com; republika.co.id

Ella Irawan
Ella I

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − one =