Sejarah (Page 2)

Tradisi malam satu Suro adalah salah satu ajaran yang hingga kini masih dipegang teguh oleh beberapa masyarakat di Indonesia, khususnya di Yogyakarta dan Solo (Surakarta). Mereka beranggapan tradisi yang diwarisi oleh para leluhur itu adalah merupakan hal yang sakral bagi masyarakat Jawa.READ MORE →

Mikrofon itu merupakan buatan dari Gunawan, pemilik dari radio Satriya yang tinggal di Jalan Salemba Tengah 24, Jakarta. Dibuat dengan menggunakan peralatan yang sederhana, magnitnya terbuat dari dua buah dinamo sepeda sedangkan band-nya dari grenjeng (kertas perak pembungkus rokok)READ MORE →

Penyebutan lafal yang agak sulit menyebabkan masyarakat setempat menyebut Soen An Ing menjadi Sunan Kuning, namun sejak itu justru nama Sunan Kuning lebih lekat sebagai nama komplek prostitusi.READ MORE →

Tapi tahukah kamu siapa tokoh dibalik layar yang membuat foto-foto itu? Mereka adalah Mendur bersaudara, tepatnya Frans Soemarto Mendur dan Alexius Impurung Mendur.READ MORE →

Tahu dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang kemudian mengalami koagulasi atau proses penggumpalan suatu cairan atau larutan sehingga terbentuk padatan lunak atau keras seperti gel.READ MORE →

Kembang Tahu merupakan makanan tradisional Tiongkok yang disebut Tauhue. Pembuatannya mirip dengan cara membuat tahu, bahan dasarnya dari Kacang Kedelai yang direndam kemudian diperas menjadi susu kedelai, kemudian ditambahkan zat, ada yang menyebutnya batu tahu sehingga menghasilkan bentuk padat namun lembut. Ada pula yang menambahkan agar-agar atau maizena.READ MORE →

Banyak orang menduga bahwa teks prolamasi yang sering kita dengar baik di radio maupun televisi adalah yang dibacakan oleh Soekarno bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945. Namun ternyata anggapan itu salah, yang sebenarnya terjadi rekaman itu dibuat 6 tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1951.READ MORE →

Sehari sebelum kemerdekaan, Fatmawati sudah menyiapkan kain untuk digunakan sebagai bendera yang akan dikibarkan keesokkan harinya, namun ternyata kain itu ukurannya sangat kecil dengan panjang hanya 50 cm

Akhirnya diputuskan kain putih diambil dari kain sprei ibu Fatmawati sendiri sementara kain merah ternyata bekas kain tenda sebuah warung kaki lima.READ MORE →

Penyebutan tsundoku dari bahasa Jepang. Menurut Profesor Andrew Gerstle, dosen aksara pramodern Jepang di University of London, kata tsundoku mulai dikenal sejak tahun 1879. Kata ini digunakan untuk menyindir seorang guru yang memiliki banyak buku tetapi tidak membacanya.READ MORE →