Sejarah (Page 7)

Jika berada di bundaran Tugu Muda Semarang, pasti pernah melihat bangunan kuno dengan banyak jendela atau pintu yang berderet. Gedung tersebut dikenal dengan nama Lawang Sewu yang artinya pintu seribu, walaupun jika dihitung jumlahnya tidak sampai seribu.READ MORE →

Pada awal abad ke-19, Pemerintah Belanda defisit anggaran untuk biaya perang, baik perang di negeri Belanda maupun untuk membiayai Perang Diponegoro. Johanes van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, menerapkan Sistem Tanam Paksa atau cultuurstelsel untuk memperoleh anggaran.READ MORE →

Melimpahnya hasil perkebunan setelah diterapkannya tanam paksa atau cultuurstelsel, menuntut adanya sarana transportasi yang lebih efisien dan cepat karena penggunaan jalan raya tidak optimal.READ MORE →

Di era delapan puluhan telepon umum koin pasti tidak asing lagi, bahkan sempat menjadi primadona bagi kita semua karena saat itu telepon genggam belum mem booming seperti sekarang ini.READ MORE →

Benteng Vredeburg yang mempunyai arti Benteng Perdamaian berada tidak jauh dari Pasar Beringharjo, Malioboro, Yogyakarta. Letaknya berhadapan dengan Gedung Agung, yang dahulu merupakan Kantor Residen.READ MORE →

Di pertigaan Jl. Raya Condet, menuju arah Kampung Rambutan dan Pasar Minggu, di tepi Sungai Ciliwung, terdapat reruntuhan bangunan masa kolonial Belanda. Di depannya terpampang papan bertuliskan Cagar Budaya yang sudah tidak jelas terbaca. Dahulu masyarakat sekitar menyebutnya Gedong atau Gedong Tinggi.READ MORE →

Ketika kita naik kereta api menuju Yogyakarta, kereta akan berhenti di Stasiun Kutoarjo, Purworejo. Stasiun Kutoarjo telah ada sejak dimulainya pembangunan jalur Cilacap-Kroya-Kutoarjo, tanggal 20 Juli 1887. Pada saat ini merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B.READ MORE →

Situ Lengkong Panjalu adalah danau yang berada di Kecamatan Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, sekitar 35 km dari Ciamis. Berdasarkan temuan kepurbakalaan dan nilai-nilai sosial kultural serta jejak lainnya, memberi petunjuk tentang masa lalu di wilayah tersebut sebagaiREAD MORE →

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Al Qadri, pada tanggal 23 Oktober 1771. Bermula ketika beliau bersama rombongan berlayar melintas di daerah delta pertemuan Sungai Landak dan Sungai Kapuas Kecil, mendapat gangguan dari mahluk halus.READ MORE →