TATO SUDAH ADA DI TAHUN 3000 SM

 

Source : Museum Kalimantan Barat

Suatu tanda atau  gambar  di bagian tubuh disebut rajah atau tato. Tato dari bahasa Polynesia, berarti memberi tanda dan dari bahasa  Tahiti  yaitu “Tatu” berarti menandakan sesuatu. Tato dibuat dengan memasukkan “sesuatu” kedalam kulit, dengan jarum.  Orang Eskimo memasukkannya  menggunakan tulang binatang, sedangkan di Tiongkok dengan tembaga panas untuk mencetak gambar naga.

Tato sebagai simbol atau penanda yang dapat memberikan kebanggaan misalnya simbol keberanian, keberuntungan, status sosial, kedewasaan dan lainnya.

Di Polinesia, tanda kedewasaan,laki-laki dibawah pinggang, wanita di pergelangan tangan dan kaki. Di Mesir, sebagai tanda bangsawan dan untuk kecantikan di alis dan di pergelangan tangan. Kalau di Indonesia, pada Suku Dayak di Kalimantan  Barat, khususnya Suku Dayak Iban dan Embaloh di Kabupaten Kapuas Hulu, mempunyai kebiasaan menghias tubuhnya dengan tato. Masyarakat memandang tato sebagai :

  • Nilai religi antara lain sebagai suluh (penerang ) dalam perjalanan ke alam baka dan memberi kesaktian kepada dukun (balian).
  • Pemberi kekuatan dan penangkal roh halus jahat.
  • Simbol status sosial a.l; tanda bahwa seseorang telah berjasa , tanda memiliki ketrampilan tertentu, tanda kekuasaan seperti ketua atau kepala suku.

Tato ada motif- motifnya, berfungsi sebagai penghias tubuh agar si pemakai tato, tubuhnya tampak lebih gagah, cantik  (anggun). Orang yang memberikan tato, hanya boleh dilakukan oleh orang yang dituakan, yang menguasai makna dan motif tato serta mempunyai kekuatan batin dan pengetahuan yang luas dalam pengalaman hidup.

Sejak kapan tato dipergunakan ? Kemungkinan sudah  ada sejak 50 Juta tahun SM, dengan ditemukan  manusia es di Pegunungan Alpen, pada seluruh tubuhnya penuh dengan gambar titik- titik yang  diperkirakan tato.

Di Mesir ditemukan sebuah mumi yang diperkirakan  bertato, sekitar   3000 tahun  SM, kemudian tato menyebar  ke suku-suku dunia. Dalam perjalanannya,  tato pernah  memiliki kesan kriminalitas karena untuk  menandai penjahat, namun pada saat sekarang  tato dianggap sebagai suatu bentuk seni. Walaupun demikian perlu diwaspadai pengaruhnya pada kesehatan.

 

Sumber :  Museum Kalimantan Barat, https://id.wikipedia.org/wiki/Rajahhttp://asal-usul-motivasi.blogspot.com/2011/01/asal-usul-sejarah-tato.html

https://lifestyle.kompas.com/read/2019/03/09/174703420/cara-mengatasi-alergi-tato-agar-tak-semakin-parah?page=all.

Yuli Hapsari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × one =