by

Mengapa Virtual Meeting Begitu Melelahkan?

Pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini, memaksa kita suka atau tidak suka untuk lebih banyak melakukan kegiatan di rumah, termasuk kegiatan sekolah, seminar maupun bekerja.

Aktivitas sehari-hari tidak bisa kita hentikan begitu saja, sehingga tidak ada pilihan lain kecuali tetap melakukannya melalui video call dengan berbagai aplikasi pilihan seperti Zoom, WhatsApp Video Call, Google meet dan sebagainya.

Namun ternyata tidak sedikit yang mengatakan jika virtual meeting lebih melelahkan dibandingkan dengan pertemuan yang diadakan secara langsung. Kelelahan secara psikis, baik dari segi emosi juga berpikir tidak bisa hanya dihilangkan dengan istirahat, karena energi terasa lebih terkuras sehingga motivasi pun berkurang.

Mengapa virtual meeting begitu melelahkan?

  1. Layar pada laptop maupun handphone yang terbatas, membuat posisi tubuh juga mata kita harus fokus pada layar selama berjam-jam. Hal inilah yang menyebabkan tubuh kita sering merasa mati rasa, biasanya di area punggung, leher, dan kepala. Bandingkan bila kita berinteraksi secara langsung, posisi duduk maupun pandangan mata dapat bergerak dengan leluasa.
img source : lifehacker australia
  1. Melakukan virtual meeting, seolah-olah seluruh peserta memandangi kita, sehingga kita harus selalu tampil dengan sempurna, seperti posisi duduk yang harus tegak dan pandangan juga harus fokus pada layar.
  2. Karena digunakan secara berbarengan dalam satu rumah, seringkali menyebabkan signal menjadi tidak stabil sehingga menjadi tersendat-sendat.
  3. Ada kemungkinan ganguan yang tiba-tiba muncul, seperti suara tukang sayur yang berteriak di depan rumah, suara bel rumah saat tamu datang, dan masih banyak lainnya.
  4. Banyak yang mengeluhkan kurang konsentrasi, hal ini wajar karena sebagian orang merasa lelah dengan serentetan rapat virtual yang harus diikutinya dalam satu hari.

Tanda-tanda yang dapat dibaca dari rasa lelah setelah mengikuti rapat virtual adalah, frustasi dan mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, insomnia, ketegangan otot, dan kelelahan.

Lalu bagaimana agar kita tidak mengalami rasa lelah yang berkepanjangan?

  1. Atur posisi senyaman mungkin

Persiapkan benar-benar tempat dan posisi yang nyaman sebelum bergabung dalam rapat virtual, terlebih jika rapat ini akan memakan waktu yang cukup lama. Beri jarak antara kita dengan kemera agar kita dapat bergerak lebih leluasa.

img source : insider pro
  1. Matikan kamera.

Kamu bisa memilih “Turn Off Camera” sejenak dan hanya berkomunikasi menggunakan suara saja bila memungkinkan

  1. Memperkecil jendela aplikasi

Melihat banyak orang yang muncul dalam rapat virtual dan membuat kontak mata secara bersamaan dapat menimbulkan situasi yang terlalu intens, mirip dengan demam panggung sehingga sering timbul rasa cemas.