by

Anda Berbuat Asusila di Tempat Umum? Hati-hati Pertanda Gangguan Jiwa

Beberapa kali media menyuguhkan berita, sepasang lawan jenis melakukan tindakan asusila di tempat umum, bahkan beberapa di antaranya sempat menjadi viral.

Salah satunya yang menjadi trending topik di Twitter adalah “Parakan 01”. Tembok bertuliskan “Parakan 01” ternyata menjadi saksi bisu sepasang remaja yang tengah melakukan tindakan asusila. Video yang berdurasi 2 menit itu sempat direkam seseorang secara amatir.

Dikutip dari today.line.me, menurut psikolog Anak dan keluarga, Ayank Irma, untuk mengetahui ada tidaknya gangguan kejiwaan memang diperlukan adanya pemeriksaan lebih lanjut.

“Apakah keduanya sudah sering melakukan aktivitas tersebut di ruang terbuka, apakah dilakukan tanpa paksaan? Jika seseorang melakukan hubungan sex di tempat umum, bisa karena kontrol diri yang kurang, sementara nafsunya sangat tinggi sehingga tidak mampu mematuhi norma sosial yang ada”, imbuh Ayank.

Menurut agama, hubungan seksual hanya boleh dilakukan jika seseorang telah melakukan pernikahan, namun berdasarkan survei yang dilakukan Komite Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementrian Kesehatan pada tahun 2013 menyebut, sebanyak 62,7 persen remaja Indonesia telah melakukan hubungan seksual di luar nikah.

Baca Juga:

Rumah Monster Untuk si “Predator Seks”

Lalu bagaimana orang tua mendidik remaja dalam menyikapi hasrat seksualnya?

  1. Ciptakan waktu berkualitas dengan anak

Orang tua hendaknya mempunyai hubungan yang dekat dengan anak, sehingga anak akan terbuka dengan segala hal termasuk masalah percintaan. Jadilah pendengar yang baik bagi anak, hindari menyalahkan atau mengritik tanpa alasan yang jelas.

  1. Perbanyak Kegiatan Positif

Dengan melakukan banyak kegiatan positif akan mengurangi dan mengalihkan hasrat seksual yang muncul, terlebih jika anak itu melakukan kegiatan positif yang memang disukainya.

  1. Memberikan Pengetahuan Tentang Sex Sejak Dini

Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti, apa saja resiko jika melakukan sex bebas, termasuk kehamilan bagi remaja dan infeksi menular seksual (IMS) seperti sifilis, HIV/AIDS, dan sebagainya.

  1. Ajarkan Cara Bertanggung Jawab

Ajarkan bahwa walau tanpa pengawasan orang tua, anak tetap harus bertanggung jawab atas perilakunya, sehingga si anak akan menghindari perilaku negatif yang akan memberikan dampak buruk baik bagi dirinya maupun keluarga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =

News Feed