by

Benarkah Serial Layangan Putus Dapat Membuka Luka Lama?

 

Serial Layangan Putus saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh hampir sebagian besar masyarakat. Diangkat dari sebuah kisah nyata yang sempat viral di tahun 2019.

Mengisahkan isu perselingkuhan dalam rumah tangga yang diperankan oleh Reza Rahadian, Putri Marino, dan Anya Geraldine.

Bagaimana jika yang menonton mempunyai trauma karena pernah mengalami hal yang sama? Apakah benar hanya dengan menonton serial itu bisa membuka luka lama?

Dikutip dari halodoc.com, menurut Defryansyah Amin, M.Psi., psikolog yang juga founder dari Aditi Psychological Center, “Trauma psikologis adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk yang menimpa diri seseorang. Kejadian yang tidak menyenangkan ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak aman dan tidak berdaya menghadapi dunia yang penuh bahaya”.

Adegan-adegan yang ditampilkan dapat membuat penonton kembali mengingat pengalaman buruknya di masa lalu. Hal inilah yang menyebabkan rasa trauma itu muncul kembali dan berpotensi memicu emosi, seperti rasa marah dan kesal.

Apabila menonton Layangan Putus dan ternyata menimbulkan luka lama, lalu apa yang harus dilakukan?

  1. Batasi Pemicunya

Jika setelah menonton serial ini dapat memicu trauma maka untuk sementara batasi atau lebih baik dihindari saja, karena hal ini dapat mempengaruhi kondisi kamu sendiri.

  1. Konsultasi ke Ahlinya

Jika masih mengalami rasa cemas dan ketakutan setelah menonton serial ini, maka segeralah konsultasi ke ahlinya, sehingga mereka dapat memberikan solusinya

Serial Layangan Putus sebenarnya banyak memberikan pesan moral, untuk itu jadilah penonton yang bijak sehingga dapat mencernanya tanpa menimbulan emosi yang berlebihan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 − one =