by

Bisnis Prostitusi Kelam di Bangladesh

-Ragam-222 views

Kandapara adalah sebuah lokasi prostitusi legal yang terdapat di kota Tangail, Bangladesh. Lokalisasi itu sudah ada sejak 200 tahun lebih sehingga bisa dikatakan Kandapara merupakan tempat prostitusi terbesar dan tertua di Bangladesh.

Di Kandapara sendiri terdapat 800 kamar berukuran kecil yang digunakan untuk melayani para tamu.

Reuters.com

Kurangnya pendidikan dan status ekonomi yang rendah menyebabkan banyak wanita di Bangladesh memilih profesi ini untuk menyambung hidup mereka bahkan tidak jarang justru suami atau orang tuanya sendiri yang menjualnya kepada sang mucikari.

Namun yang paling miris ternyata tarif prostitusi di Bangladesh sangat murah. Berdasarkan data yang dikutip dari havocscope.com, tarif prostitusi termahal di Perancis yaitu sekitar Rp 520 jutaan sedangkan tarif termurah di Bangladesh, India, Mali, dan Brazil.

Di Bangladesh sendiri tarif prostitusi hanya sekitar Rp 8.000,- dan ini merupakan tarif termurah yang ada di dunia. Namun angka itu bukan murni untuk para pekerja seks itu sendiri tetapi harus dibagi dua dengan sang mucikari; bahkan ada yang mengatakan tarif bersih yang diperoleh satu kali melayani tamu berkisar Rp 2.300,-.

Baca Juga:

Pemburu Syahwat Di Batavia

Bukan hanya wanita dewasa yang dipekerjakan oleh sang mucikari, banyak anak yang masih di bawah umur sudah mulai menekuni profesi ini, bahkan ada yang usianya baru menginjak 11 tahun.

thesun.co.uk

Mucikari mempunyai peran yang sangat besar di Bangladesh, dalam sehari para pekerja seks itu dapat melayani hingga 25 pelanggan, hampir semua uangnya akan dikuasai oleh mucikari.

Mereka semua diwajibkan mengonsumsi obat oradexon, semacam pil steroid agar selalu terlihat bugar. Obat tersebut dapat dibeli tanpa resep dokter dengan harga Rp 1.500,- satu stripnya. Padahal dengan mengkonsumsi obat itu dalam jangka panjang dapat menyebabkan kematian.

buzzfeed.com

Dikutip dari Next Shark, seorang fotografer asal Jerman bernama Sandra Hoyn, berhasil melihat dengan mata kepalanya sendiri bahkan sempat mengabadikan kehidupan di Kandapara. Ia mengatakan: “Kandapara merupakan sebuah lokasi prostitusi yang memiliki lingkaran kehidupan sendiri. Itu seperti kota yang ada di dalam kota. Di lokasi tersebut, terdapat banyak jalan-jalan kecil, kedai makanan sepanjang jalan, kedai teh dan kopi, serta penjual keliling yang selalu mondar-mandir. Aku menghabiskan setiap hari di lokalisasi tersebut dari pagi hingga pagi lagi. Hingga suatu hari aku sampai lupa jika aku ada di Bangladesh karena mereka benar-benar memiliki kehidupan sendiri dan peraturan sendiri”, ujar Sandra Hoyn.

Sumber: https://forumkeadilan.com; https://www.brilio.net; https://www.boombastis.com; https://www.hipwee.com

Related Posts

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

fifteen − 8 =