by

Kenali Diri Anda, Beginilah Ciri-ciri Orang yang Mudah Terpengaruh Aliran Sesat

Baru-baru ini kita semua dikagetkan dengan kegiatan sekelompok orang yang melakukan ritual mandi bersama di sebuah rawa, Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Ritual itu dilakukan olek kelompok yang menganut ajaran “Hakekok Balakasuta”. Ternyata aliran sesat tidak pernah ada matinya di Indonesia, terbukti dengan banyak kejadian serupa pernah pula terjadi.

Banyak sekali masyarakat menyebutkan bahwa mereka sudah mengalami cuci otak (brainwash). Bagaimana sebenarnya proses brainwash itu terjadi?

Dilansir dari rsjsoerojo.co.id, ada beberapa tahapan yang dilakukan:

  1. Tahap pertama

Biasanya para pengikut yang baru akan dikurung dalam suatu ruangan yang gelap selama satu hari penuh tanpa makan dan minum, tujuannya adalah agar membuat korban setengah sadar atau disebut dalam bahasa psikologi memasuki alam bawah sadar.

Baca Juga:

Awas, Kecanduan “Blue Film” Berdampak Pada Kerusakan Otak

  1. Tahap kedua

Setelah memasuki alam bawah sadarnya, para korban akan diperdengarkan musik selama 3-6 jam sampai korban benar-benar hilang kesadarannya. Diakui oleh pakar psikologi bahwa musik akan mempengaruhi karakteristik seseorang.

Rumah milik pemimpin aliran sesat atau ajaran Hakekok di Pandeglang. (Sumber: Tribunnews.com)
  1. Tahap ketiga

Dalam keadaan hilang kesadaran, yang dalam bahasa psikologinya telah masuk sepenuhnya ke alam bawah sadar, maka korban dapat diajarkan atau ditanamkan nilai apa pun sesuai keinginan si pencuci otak.

Ratna Yunita Setiyani Subardjo M.Psi, dosen psikologi Universitas Aisyiyah Yogyakarta, pada kompas.com mengatakan, “Pengikut aliran seperti ini lebih banyak didasari akan kontrol diri yang kurang bagus. Bahwa setiap orang memiliki mimpi dan ambisi, namun beberapa orang tak bisa mengendalikan keinginannya sehingga gampang terbujuk tawaran-tawaran yang menurutnya menggiurkan. Seperti dijanjikan menjadi kaya, naik jabatan, atau bisa masuk surga.

Selain itu juga beberapa faktor lain yang ikut mempengaruhinya adalah:

  1. Faktor psikis yang labil dan tertutup

Jika seseorang seringkali merasa bingung dengan identitas dirinya dan kurang mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya terutama dalam situasi menekan.

  1. Faktor psikologis yang sombong

Orang yang mempunyai rasa percaya dirinya berlebihan tanpa didukung pengetahuan yang luas, dapat dengan mudah dipengaruhi juga.

  1. Orang yang mengalami tekanan fisik dan mental

Ketidakberdayaan seseorang dapat menjadikan kondisinya mengalami kelelahan karena mengurangi kemampuan berpikirnya.

Usaha-usaha apa saja yang dapat dilakukan agar kita tidak mudah terpengaruh?

Ciptakan bonding (kedekatan) dan lakukan komunikasi yang efektif antar anggota keluarga, selain itu juga hindari paparan televisi maupun media lainnya yang sering mempertontonkan tindakan kekerasan, khususnya bagi anak di bawah 12 tahun.

Yang tidak kalah penting adalah selalu meluangkan waktu untuk mencari tahu pengetahuan terbaru, berita yang negatif dan positif, sehingga dapat memberikan pengertian kepada anak tentang isu-isu negatif yang terjadi dengan cara meluruskan suatu berita.

Sumber: https://rsjsoerojo.co.id; https://www.kompas.com/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

News Feed