by

Menghadapi Anak dengan Gangguan Mental

 

img src : popmama

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya dapat tumbuh kembang dengan baik, secara fisik dan mental. Namun bagaimana jika ternyata si anak didiagnosa menderita gangguan mental?

Saat anak didiagnosa menderita gangguan mental, sebagai orang tua pasti akan kaget bahkan cenderung tidak percaya, terlebih jika selama ini dalam perilaku kesehariannya tidak menunjukkan perbedaan dibandingkan dengan anak-anak lainnya.

Ternyata ada sebagian anak yang “pintar” menyimpannya, sehingga orang lain tidak dapat dengan mudah mengetahui jika sebenarnya anak itu mengalami gangguan mental.

Dikutip dari hellosehat.com, gangguan mental sendiri banyak macamnya, seperti:

  1. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)

GAD merupakan jenis gangguan kecemasan yang ditandai dengan kecemasan kronis serta rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Gejala-gejala ini bisa muncul bahkan ketika kita sedang tidak menghadapi situasi yang menegangkan sama sekali.

  1. Borderline Personality Disorder (BPD)

Adalah gangguan mental serius yang memengaruhi perasaan dan cara berpikir penderitanya. Kondisi ini ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang senantiasa berubah-ubah dan sulit dikontrol, serta perilaku yang impulsif.

  1. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)

Munculnya pikiran yang membuat seseorang jadi sangat terobsesi akan suatu hal dan akan melakukannya berulang-ulang kali (kompulsif). Bila tidak dilakukan, orang dengan OCD akan merasa sangat cemas tak terkendali

Mendampingi anak dengan gangguan mental memang sangat tidak mudah. Si anak harus merasa jika orang tua adalah tempat yang aman bagi dirinya untuk menceritakan pengalaman atau apa pun yang mereka rasakan secara terbuka.

img src : merdeka

Lalu bagaimana jika si anak didiagnosa mengalami gangguan mental? Apa yang harus dilakukan selaku orang tua?

  1. Bergabung dengan Komunitas.

Dengan cara ini maka kita akan mendapatkan banyak informasi mengenai bagaimana caranya menghadapi anak dengan gangguan mental. Juga kita akan mendapat dukungan dari orang-orang yang mengalami hal serupa sehingga kita tidaklah merasa sendiri menghadapi masalah ini.

  1. Mencari Bantuan Ahlinya

Jangan coba-coba untuk menyelesaikan masalah ini sendiri terlebih jika kita sebagai orang tua bukanlah seorang ahli dalam bidang itu. Segera cari bantuan baik psikolog atau psikiater, agar mereka dapat langsung mengambil tindakan apa yang harus dilakukan; bisa dengan melakukan serangkaian terapi atau pemberian obat-obatan bila masalahnya sudah mengganggu jam tidur maupun gangguan emosi yang berlebihan.

  1. Mencari Informasi Sebanyak-banyaknya

Carilah informasi yang benar, karena banyak berita yang beredar baik di media sosial atau lainnya yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, jangan sampai kita salah memperoleh informasi.

  1. Jalin Komunikasi dengan Anak

Yakinkan pada anak, bahwa apa yang dialaminya bukan hanya dia sendiri tapi banyak di luar sana yang mengalami hal serupa. Beri pemahaman bahwa sebagai orang tua, akan selalu ada kapan pun dibutuhkan.

  1. Sabar

“Sabar,” merupakan kuncinya saat anak menghadapi masalah dengan gangguan mentalnya, pengobatan dan terapi yang dijalankan membutuhkan waktu yang tidak sebentar terlebih biaya yang harus dikeluarkan pun cukup besar.

  1. Jaga Kesehatan Mental Kita Sendiri.

Menjadi orang tua dengan anak yang mengalami gangguan mental “sangat tidak mudah,” emosi kita seringkali naik turun sehingga menyebabkan stres hinggap dalam diri kita.

Jika hal itu terjadi, segeralah beristirahat sejenak agar beban itu dapat sedikit berkurang, dan yang tidak kalah penting adalah belajarlah untuk “ikhlas.”

 

Sumber: www.klikdokter.com; hellosehat.com; alodokter.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

thirteen − 12 =