by

Merasa Terjebak dalam Toxic Family, Kenali Ciri-cirinya

Kita memang bisa memilih dengan siapa menjalin pertemanan, tetapi apakah kita bisa memilih akan menjadi bagian dari sebuah keluarga seperti yang kita inginkan? Pastinya tidak bisa.

Sudah seharusnya keluarga merupakan tempat teraman bagi anggota keluarga itu sendiri, akan tetapi pada kenyataannya justru banyak terjadi, keluargalah yang menjadi sumber rasa takut bagi anggota keluarga di dalamnya. Kondisi seperti ini yang dinamakan dengan toxic.

Toxic adalah istilah untuk seseorang yang “beracun” atau sifat pribadi yang suka menyusahkan dan merugikan orang lain, baik itu secara fisik maupun emosional.

Sedangkan Toxic family adalah kondisi keluarga yang saling menyakiti dan merusak fisik, mental, dan psikologis satu sama lain. Selain berdampak buruk pada kesehatan mental juga bagi kesehatan fisik anggota keluarga lainnya.

Lalu seperti apakah keluarga yang di kategorikan toxic itu?

Baca Juga:

Forgiveness Therapy, Mengurangi Luka Emosi

Ada beberapa ciri yang menandakan jika keluarga itu merupakan toxic bagi anggota keluarga lainnya:

  1. Menghindar Terus Menerus

Jika kita selalu mempunyai alasan entah yang memang kita cari-cari sendiri untuk menghindari salah satu anggota keluarga atau enggan untuk bertemu dengan orang tersebut, itu pertanda jika anggota keluarga itu merupakan toxic .

dreamstime.com

 Dikutip dari theasianparent.com, menurut pakar terapi emosi Lauren Cook, MMFT, “Jika mengalami rasa takut sebelum waktunya untuk melihat anggota keluarga, itu bisa menjadi indikasi toxic. Tanyakan kepada dirimu mengapa kamu merasakan seperti itu”.

  1. Berpikiran Secara Berlebihan Setiap Interaksi

Apabila kita selalu memikirkan orang itu terus menerus bahkan memikirkan secara negatif, artinya memang kita harus menjauh dari orang itu.

  1. Selalu Membuat Kesalahan yang Sama

Setiap orang pasti pernah berbuat salah, namun jika dilakukan berulang-ulang apalagi jika dilakukan secara sadar maka bisa dikatakan orang tersebut merupakan toxic bagi yang lainnya.

Menurut psikolog dari KlikDokter, Ikhasan Bella Persada, M.Psi, “Saat terjebak dalam hubungan toxic dengan keluarga sendiri, lebih baik jaga jarak saja, tidak usah sampai benar-benar meninggalkan keluarga. Namun jangan lupa komunikasikan alasannya”.

“Punya hubungan toxic dengan keluarga memang ironis. Namun, jangan putus asa begitu saja. Kita tetap bisa mendapat kenyamanan dari sahabat dan kerabat yang dipercaya sehingga tak perlu merasa ‘sendiri’ dalam menjalani kehidupan ini”, lanjutnya lagi.

Sumber: https://lm.psikologi.ugm.ac.id; https://id.theasianparent.com/; https://www.klikdokter.com/

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =

News Feed