by

Sulit Membedakan Tanaman Talas Dengan Keladi? Ini Perbedaannya

Dalam keseharian, kadangkala orang mengira talas sama dengan keladi. Sebenarnya ada persamaan tetapi juga memiliki perbedaan.

Persamaannya

Secara sepintas tanaman tersebut memiliki bentuk yang mirip dan sama-sama masuk family Araceae atau suku talas-talasan.

Kedua tanaman ini sama-sama memiliki Kutikula yang berada di atas lapisan epidermis (lapisan luar permukaan tumbuhan) yaitu lapisan berlilin yang kedap air.

Fungsinya mengurangi penguapan air pada permukaan tanaman, untuk mencegah kekeringan. Oleh karenanya tetes air yang jatuh di permukaan daun talas atau di daun keladi, tidak membasahi daunnya, air akan mengikuti arah gerakan daun.

Baca Juga:

Berkebun di Lahan Terbatas

Faedah Jahe, Salah Satunya Jahe Gajah, Pernah Dengar?

Sehingga ada peribahasa “Bagai air di daun talas,” atau “Bagai air di daun keladi,” yang mempunyai arti sikap seseorang yang tidak tetap pendiriannya, selalu berubah-ubah.

Perbedaannya

TANAMAN TALAS.

Talas (Colocasia esculenta) diduga berasal dari Asia Tenggara atau Asia Tengah bagian Selatan, diperkirakan telah dibudidayakan sejak zaman purba sebelum padi ditanam.

Talas penghasil umbi-umbian sebagai bahan pangan, merupakan sumber karbohidrat.

Umbinya mengandung getah yang gatal, berbeda-beda ketajamannya menurut jenisnya, sehingga harus dimasak sebelum dikonsumsi. Umbi Talas di beberapa daerah sebagai makanan pokok diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, digoreng, atau dibuat tepung. Daun talas muda dimasak sebagai buntil dan tangkai daunnya yang muda dimasak sebagai sayur lompong.

TANAMAN KELADI

Keladi tumbuhan dari genus Caladium, berasal dari hutan Brazil dan tersebar ke berbagai penjuru dunia. Ukuran keladi, tidak lebih dari satu meter dan jarang membentuk umbi yang membesar. Beberapa jenis hibridanya sebagai tanaman hias yang disukai karena warna dan corak daunnya berbeda-beda seperti keladi baret, keladi wayang, dan keladi tengkorak.

Namun perlu berhati-hati, walaupun tanaman ini terlihat cantik, ternyata seluruh bagian keladi beracun. Menurut laman resmi Children’s Health Queensland Hospital and Health Service di Australia, racun pada tanaman keladi masuk kategori dua dan tiga.

Tanaman keladi berbahaya bagi hewan peliharaan serta anak kecil. Jika daun atau bagian lainnya tergigit, bisa menimbulkan rasa terbakar pada mulut.

https://anakbertanya.com/mengapa-air-di-daun-talas-tidak-menyebar-m/; https://dosenbiologi.com/tumbuhan/ kutikula-pada-daun,https://id.wikipedia.org/wiki/Keladi

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 − 7 =

News Feed